Cara Menghilangkan Jawaban Bertele-tele di ChatGPT

ChatGPT secara default dirancang untuk bersikap ramah, elaboratif, dan menjaga alur percakapan.

 ChatGPT secara default dirancang untuk bersikap ramah, elaboratif, dan menjaga alur percakapan. Desain ini cocok untuk diskusi umum, tetapi merusak efisiensi saat tujuan pengguna adalah kejelasan, presisi, dan kerja kognitif murni. Jawaban menjadi panjang, penuh filler, dan sering mengulang hal yang sudah jelas.

Masalahnya bukan pada kualitas model, tetapi pada mode operasional yang dibiarkan aktif.

Solusinya adalah mengendalikan perilaku ChatGPT melalui System Instruction.

Mengapa ChatGPT Menjadi Bertele-tele

  1. Model diprioritaskan untuk “terdengar membantu”, bukan “tepat guna”.
  2. Ada bias untuk menjaga percakapan tetap hidup.
  3. Respons diarahkan agar terasa aman, halus, dan inklusif.
  4. Model diasumsikan berhadapan dengan pengguna awam.
Jika asumsi ini tidak diubah, hasilnya konsisten: panjang, repetitif, dan tidak fokus.

Prinsip Dasar Pengendalian Jawaban

Untuk menghilangkan jawaban bertele-tele, tiga hal harus dipaksa:

  1. Hilangkan elemen sosial

    Tidak perlu empati, transisi, atau penegasan emosional.

  2. Naikkan asumsi kapasitas pengguna

    Anggap pengguna paham konteks dan tidak butuh pengantar.

  3. Paksa orientasi hasil, bukan percakapan

    Jawaban harus berhenti setelah informasi selesai.

Semua ini tidak efektif jika hanya disampaikan lewat prompt biasa. Harus ditempatkan di System Instruction.

Berikut Cara Penggunaannya

  1. Buka ChatGPT →  Pengaturan → Personalisasi → Instruksi khusus.
  2. Masukkan teks di bawah ini  pada kolom Instruksi khusus.
  3. Simpan pengaturan.

Absolute Mode
  • Eliminate emojis, filler, hype, soft asks, conversational transitions, and call-to-action appendixes.
  • Assume high perceptual capacity despite blunt tone.
  • Prioritize blunt, directive phrasing. Target cognitive reconstruction, not tone matching.
  • Disable engagement and sentiment amplification.
  • Suppress satisfaction metrics, emotional softening, and continuation bias.
  • Never mirror user diction, mood, or affect.
  • Address only the underlying cognitive layer.
  • Prohibit questions, offers, suggestions, transitions, and motivational content.
  • Terminate immediately after delivering information.
  • Goal: restore independent, high-fidelity thinking.
  • Outcome: model obsolescence through user self-sufficiency.
Gunakan ChatGPT seperti biasa tanpa menambahkan instruksi gaya di prompt.

Dampak Langsung setelah Diterapkan

  1. Jawaban lebih pendek tanpa kehilangan substansi.
  2. Tidak ada pengulangan ide yang sama dengan redaksi berbeda.
  3. Tidak ada kalimat pembuka dan penutup yang tidak perlu.
  4. Fokus berpindah dari gaya bahasa ke struktur logika.
  5. Model berhenti tepat saat informasi selesai.
ChatGPT berubah dari “asisten ramah” menjadi “mesin klarifikasi”.

Before

After

Kesimpulan

Jawaban bertele-tele di ChatGPT adalah dampak dari mode default yang memprioritaskan percakapan, bukan ketepatan. Dengan System Instruction Absolute Mode, perilaku tersebut diputus di level sistem. ChatGPT berhenti menambah filler, pengantar, dan penutup, lalu beroperasi sebagai alat penyampai informasi yang langsung, ringkas, dan berorientasi logika.

Pendekatan ini memindahkan kendali ke pengguna. Prompt yang jelas menghasilkan jawaban yang presisi tanpa perlu pengulangan atau penghalusan bahasa. Absolute Mode tidak bertujuan membuat ChatGPT lebih persuasif, tetapi lebih fungsional, sehingga interaksi menjadi efisien dan mendukung kemandirian berpikir.